Pembagian Service Charge Hotel

Pembagian Service Charge Hotel

Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. Per-02/Men/1999 Tentang Pembagian Uang Service pada Usaha Hotel, Restoran Dan Usaha Pariwisata Lainnya, Uang Service adalah tambahan dari tarif yang sudah ditetapkan sebelumnya dalam rangka jasa pelayanan pada usaha hotel, restoran dan usaha pariwisata lainya.

Uang service merupakan milik dan menjadi bagian pendapatan bagi pekerja, namun uang service tersebut tidak termasuk sebagai komponen upah. Setiap bulan menjelang uang service dibagikan, pengusaha wajib mengumumkan secara tertulis hasil perolehan uang service. Hasil perolehan uang service selama 1 (satu) bulan kalender setelah dikurangi untuk resiko kehilangan atau kerusakan dan pendayagunaan peningkatan kualitas sumber daya manusia wajib dibagi habis kepada pekerja yang berhak, paling lambat selama 30 (tiga puluh) hari bulan berikutnya.

Apa itu resiko kehilangan atau kerusakan?

Resiko kehilangan dan kerusakan adalah bagian uang service yang disisihkan sebelum uang service dibagikan kepada para pekerja dan diperuntukkan bagi pengusaha untuk menanggung kerugian atau kerusakan alat perlengkapan hotel, restoran, dan usaha pariwisata lainnya yang berhubungan dengan tamu.

Lantas bagaimana dengan uang pendayagunaan peningkatan kualitas sumber daya manusia?

Pengelolaan dana untuk pendayagunaan peningkatan kualitas sumber daya manusia akan diserahkan kepada Lembaga Kerjasama Bipartit perusahaan yang bersangkutan. Pengawasan intern terhadap pengelolaan dana yang dilaksanakan Lembaga Kerjasama Bipartit dilakukan oleh wakil pengusaha dan wakil pekerja yang ditunjuk oleh Lembaga Kerjasama Bipartit perusahaan yang bersangkutan. Bagi perusahaan yang belum terbentuk Kerjasama Bipartit, pengelolaan dana akan diserahkan kepada wakil pekerja.

Pembagian uang service dilakukan sesuai dengan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja yang ditetapkan sebelumnya. Uang service yang dikumpulkan dapat dipotong oleh pengusaha yang besaarnya ditentukan sebagai berikut:

Untuk hotel berbintang 3 ke atas:
-) 5 (lima) persen untuk resiko kehilangan dan kerusakan;
-) 2 (dua) persen untuk pendayagunaan peningkatan kualitas sumber daya manusia;
-) 93 (sembilan puluh tiga) persen dibagi habis untuk para pekerja.

Untuk hotel berbintang 2 ke bawah, restoran dan usaha pariwisata lainnya:
-) 8 (delapan persen untuk resiko kehilangan dan kerusakan;
-) 2 (dua) persen untuk pendayagunaan peningkatan kualitas sumber daya manusia;
-) 90 (sembilan puluh) persen dibagi habis untuk para pekerja.

Rumus pembagian uang service charge:

a) Pembagian Sama Rata

Adalah service charge yang telah dihitung dan siap dibagi dimana nilai yang didapat dibagi jumlah karyawan yang berhak mendapat service. Nilai service charge yang diterima oleh masing-masing karyawan jumlahnya sama antara karyawan satu dengan karyawan lainnya tanpa memandang posisi dan jabatan.

b) Pembagian Sama Rata dan Point

Adalah service charge yang telah dihitung dan siap dibagi dimana nilai yang didapat akan dibagi 2 kembali, 50 % yang pertama akan dibagikan secara rata dengan nilai yang sama kepada semua karyawan yang berhakmendapat service charge dalam hal ini sama dengan perhitungan diatas, sedangkan 50 % lagi akan dibagi kepada seluruh karyawan berdasarkan poin sesuai kebijakan management Hotel.

c) Pembagian Point

Pembagian berdasarkan poin ini lebih cenderung berupa rumus dan berdasarkan pula kepada jabatan karyawan yang bersangkutan. Ada 2 sistem pembagian poin yaitu sistem kerucut dan spiral.

- Sistem kerucut adalah sistem poin yang memandang semakin tinggi jabatan maka semakin kecil nilai sevice yang akan diterima, sedangkan jabatan dengan posisi paling bawah akan menerima nilai sebaliknya, hal ini di asumsikan dari banyaknya kerjaan yang dtanggung jabatan paling bawah lebih banyak dan berat.

- Sistem spiral adalah sistem poin kebalikan dari kerucut yaitu semakin tinggi jabatan karyawan di hotel, semakin besar nilai service yang akan diterimanaya, sementara karyawan dengan posisi paling bawah akan menerima nilai service yang kecil, hal ini diasumsikan dari besarnya tanggung jawab jabatan lebih tinggi lebih besar resikonya.

  

Tambahkan Komentar