Contoh Kasus Perhitungan Uang Lembur

Contoh Kasus Perhitungan Uang Lembur

1) Gaji Randy dalam sebulan Rp  3.000.000, gaji yang diterima Randy terdiri dari gaji pokok dan tunjangan keluarga. Randy bekerja lembur pada hari Senin dan Selasa, masing-masing 4 jam. Perusahaan ditempat Randy bekerja menggunakan sistem 6 hari kerja seminggu.  Berapa upah lembur Randy?

Jawab :
Karena gaji Randy hanya terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap, maka dasar perhitungannya adalah:

100% x Rp 3.000.000              = Rp 3.000.000

Upah lembur di hari Senin dan Selasa (2) :
Upah 1 jam pertama               = 2 hari x 1,5 x 1/173 x Rp 3000.000 = Rp 52.023
Upah 3 jam selanjutnya          = 2 hari x 2 x 3/173 x Rp 3.000.000   = Rp 208.093

Jadi total lembur Randy adalah
Rp 52.023 + Rp 208.093   = Rp 260.116

2) Sinta mendapat Rp 2.500.000 sebulan yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap. Suatu hari pimpinannya meminta untuk bekerja lembur di hari Sabtu sore selama 10 jam. Perusahaan tempatnya bekerja menganut sistem 5 hari kerja. Berapa upah lembur Sinta?

Jawab :
Upah yang menjadi dasar perhitungan adalah upah pokok dan tunjangan tetap. Karena gaji Sinta terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap maka dasar perhitungannya adalah:

75% x Rp 2.500.000                = Rp 1.875.000

Karena perusahaan Sinta menganut 5 hari kerja, maka hari Sabtu adalah hari libur mingguan. Karena itu perhitungannya adalah:

Upah 8 jam pertama             = 2 x 8/173 x Rp 1.875.000     = Rp 173.410
Upah ke-9                            = 3 x 1/173 x Rp 1.875.000       = Rp 32.515
Upah ke-10                           = 4x 1/173 x Rp 1.875.000         = Rp 43.353

Jadi total upah lembur Sinta adalah
Rp 173.410 + Rp 32.515 + Rp 43.353 = Rp 249.278

3) Gaji Satria adalah Rp 3.400.000 sebulan. Dari seluruh gaji tersebut gaji pokok Satria adalah Rp 2.500.000 dan tunjangan tetap Rp 500.000 dan sisanya adalah tunjangan tidak tetap. Karena beban pekerjaan, atasan Satria memintanya bekerja lembur selama 8 jam di hari Minggu. Kebetulan hari Sabtu saat Satria lembur adalah hari libur nasional, sedangkan hari Sabtu tersebut biasanya merupakan hari dengan jam kerja terpendek dalam satu minggu. Perusahaan tempat Satria bekerja menganut sistem 6 hari kerja seminggu. Berapakah upah lembur Satria?

Jawab:
Upah yang menajdi dasar perhitungan adalah upah pokok dan  tunjangan tetap. Karena gaji Satria terdiri dari upah pokok Rp 2.500.000, tunjangan tetap Rp 500.000 dan tunjangan tidak tetap Rp 400.000 berarti presentase upah pokok + tunjangan tetap adalah

(Rp 2.500.000 + Rp 500.000) x 100 % = Rp 88,24%
          Rp 3.400.000


Karena 88,24% lebih besar dari 75%, maka dasar perhitungan upah Satria adalah upah pokok Rp 2.500.000 + tunjangan tetap Rp 500.000 = Rp 3.000.000

Upah perjam
1/173 x Rp 3.000.000             = Rp 17.341

Karena perusahaan Satria menganut 6 hari kerja, hari Sabtu adalah libur nasional dan hari Sabtu adalah hari pendek, perhitungannya adalah:

Upah hari Sabtu:
Upah 5 jam pertama               =5 jam x Rp 17.341 x 2   = Rp 173.410
Upah jam ke-6                       = 1 jam x Rp 17.341 x 3   = Rp 52.023
Upah jam ke-7 dan ke 8          = 2 jam x Rp 17.341 x 4 = Rp 138.728

Jadi total upah lembur Satria di hari Sabtu adalah
Rp 173.410 + Rp 52.023 + Rp 138.728 = Rp 364.161

Upah hari Minggu
Upah 7 jam pertama               = 2 x 7/173 x Rp 3.000.000   = Rp 242.775
Upah jam ke-8                       = 3 x 1/173 x Rp 3.000.000    = Rp 52.023

Jadi total upah lembur Satria di hari Minggu adalah
Rp 242.775 + Rp 52.023          = Rp 294.798

Jadi total uang lembur Satria adalah
Rp 364.161 +  Rp 294.798 = Rp 658.959

 

Klik untuk download artikel ini

 

Batik Software - Software Payroll

#software_payroll #softwaregaji #softwarepayroll #payroll #pengajian #humanresource #softwarepayrollgaji #SoftwareHuman #SmallPayroll #payrollcalculator #OnlinePayroll #PayrollSystem #PayrollManagement #batiksoftware #www.batiksoftware.com

  

Tambahkan Komentar